Negara Indonesia: Benarkah Ia Eksis? (3)

Tinggalkan komentar

10 April 2008 oleh fahirohim

PERSYARATAN minimal kedua bagi terbentuknya suatu negara menurut Matt Rosenberg adalah terpenuhinya unsur rakyat. Rakyat diartikan sebagai sekelompok manusia yang menyatakan pengakuan dan ketundukan mereka kepada sebuah negara. Secara statistik, saat ini tidak kurang dari 238 juta jiwa manusia yang menghuni wilayah nusantara. Mereka di klaim sebagai rakyat Indonesia. Yang dengan begitu, unsur persyaratan kedua terpenuhi bagi Indonesia untuk berdiri menjadi sebuah negara. Namun seberapa besar kebenaran anggapan tersebut sesuai dengan realitas yang ada?  Philosopher Prancis, Jean Jacques Rousseau dengan teori ?kontrak sosial?nya dapat menjelaskan mengapa orang banyak dengan jumlah ratusan juta itu boleh bergabung dan tunduk menjadi rakyat Indonesia. Menurut Rousseau, anggota masyarakat di nusantara mengadakan kesepakatan dan perjanjian, dengan tujuan utama untuk bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan bersama mereka. Jeremy Bentham melalui konsep utilitarian-nya menerangkan bahwa tujuan manusia bekerja itu, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, selalu diarahkan pada pencapaian sebesar-besarnya kebahagiaan hidupnya.

Dalam konteks kontrak sosial, tujuan orang banyak bersepakat tentu saja ingin mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup bersama. Konsekuensinya, ketika tujuan anggota masyarakat tersebut gagal dicapai, mereka lebih memilih membubarkan diri dari ikatan kesepakatan. Tidak heran jika ada rakyat yang terabaikan dan tersia-siakan di tanah airnya, pada akhirnya meninggalkan negeri dan meminta suaka dari negara lain. Bahkan sebagian mereka memberikan ketundukannya menjadi rakyat negara lain yang mengakomodasi kepentingan hidup mereka. Adalah lucu dan memalukan ketika melihat sebuah pemerintah ?marah-marah? atas terjadinya kasus-kasus semacam itu.

Menggunakan konsepnya David Kilgour, ia menyatakan bahwa sebuah negara seharusnya dimiliki oleh rakyat sebagaimana halnya rakyatlah yang memiliki pemerintahan negaranya. Bukan sebaliknya, negara dan/atau pemerintah yang memiliki rakyat. Adalah lebih keliru lagi bila negara justru dimiliki oleh pemerintah, yang oleh karena itu, segala sesuatu yang berkenaan dengan hal ihwal kenegaraan hanya ditentukan dan diputuskan, dan bahkan dikerjakan oleh pemerintah semata.

Kepemilikan rakyat atas Indonesia dan lembaga pemerintahan negara semestinya menjadi basis pengelolaan negeri ini. Rakyat adalah tuan atas yang namanya ?negara Indonesia?. Sebagai pemilik negara, rakyat sudah selayaknya menjadi penentu arah perjalanan negara dan bangsa Indonesia. Segala perangkat perundang-undangan negara, dari yang namanya UUD, UU, dan peraturan-peraturan lainnya menuntut keterlibatan aktif dari rakyat dalam pembentukannya. Hal tersebut juga termasuk menentukan bentuk negara dan tata pemerintahan yang diinginkan rakyat.

Lembaga pemerintah yang dibentuk rakyat pada hakekatnya hanya diperuntukan bagi mengakomodasi kepentingan-kepentingan rakyat. Bukan sebaliknya, pemerintah bertindak sebagai penentu ?jenis menu makanan? rakyat Indonesia. Rakyat yang menentukan apakah mereka mau makan nasi beras Vietnam atau nasi aking dan tiwul. Rakyat yang menentukan apakah perlu impor beras atau tidak. Ketika rakyat inginkan pendidikan gratis yang berkualitas, pemerintah seharusnya mengiyakan saja dan menyediakan perangkat untuk pemenuhan permintaan rakyat itu. Rakyat menginginkan alokasi uang rakyat yang ada minimal 20 persennya untuk pendidikan, juga harus dikabulkan. Tidak satu elemen bangsapun yang menginginkan prosentase anggaran pendidikan di bawah 20 persen, kecuali pihak pemerintah. Bila pemerintah memaksakan kebijakannya sendiri seperti yang terjadi selama ini, maka sesungguhnya pemerintah Indonesia jelas-jelas telah ?mengencingi? rakyat, siempunya negara.

Sebagai pemilik negara, rakyat seharusnya yang menjadi perancang dan perencana atas bentuk masa depan negaranya. Betapapun bodohnya rakyat, mereka bukanlah sapi gembalaan yang harus dituntun dan bahkan dicambuk ketika akan ke padang rumput. Juga pada waktu gembalaan harus kembali ke kandangnya. Rakyat adalah manusia yang punya impian betapapun primitif dan sederhananya konsep mimpi-mimpi mereka. Tidak semestinya ada ketakutan ketika rakyat mengharapkan bentuk negara ?belang-belang? tidak sewarna. Ketika rakyat di suatu daerah, misalnya, menginginkan wilayahnya sebagai daerah otonomi khusus, otonomi spesial, atau otonomi ?ondel-ondel? dan sejenisnya, negara mestinya memenuhinya. Diskusikan saja dengan rakyat itu segala sesuatu yang berkenaan dengan model-model wilayah otonomi, dan bahkan bentuk negara, yang mereka inginkan. Bukan harus membungkam mulut rakyat supaya tidak bersuara, mencekik leher mereka hingga lemas mati, dan sebagainya.

Kebutuhan rakyat juga berbeda dari masa ke masa. Sehingga, misalnya, konsep negara kesatuan tidak mesti dipertahankan hanya dengan alasan untuk mempertahankan komitmen sejarah masa lalu. Segalanya boleh berubah, disesuaikan dengan tuntutan jamannya. Siapa yang bisa menjamin bila 500 tahun nanti Indonesia justru terpisah-pisah jadi 100 negara? Jika itu terjadi, maka sia-sialah kita membunuhi rakyat yang menginginkan perubahan bentuk otonomi wilayah dan negara di masa-masa kini. Ribuan korban rakyat Timor Timur dan Aceh adalah angka nyata ?kerja tolol? negara. Sekarang sedang terulang sejarah ?omong kosong? itu di daratan Papua, Maluku, dan daerah lainnya.

Sebagai pemilik negara, rakyat Indonesia merupakan pemegang kendali utama dan pengambil keputusan tertinggi atas semua kebijakan yang akan dijalankan. Dewan perwakilan yang dibentuk sebagai pengejewantahan rakyat sudah semestinya menjalankan fungsi ?memegang? kendali utama dan pengambil kebijakan tertinggi di negeri ini. Dewan ini juga tentu saja harus secara terus-menerus berkomunikasi dengan rakyat tentang segala hal kenegaraan. Ketika hubungan antara keduanya terputus, maka sesungguhnya legitimasi sebagai pembawa suara rakyat telah hilang. Termasuk juga bila suara yang disuarakan anggota dewan berbeda dengan aspirasi rakyat, maka dengan sendirinya, suara itu gugur validitasnya. Ketika keinginan rakyat tentang anggaran pendidikan minimal 20 persen berbeda dengan suara DPR, masihkah ada makna keberadaan anggota dewan itu sebagai perwakilan rakyat?

Karena rakyat adalah pemegang kedaulatan atau kekuasaan negara serta pembuat kebijakan-kebijakan melalui mekanisme yang ada, maka hakekatnya pihak pemerintah hanyalah pelaksana atau ?pesuruh? rakyat. Ibarat bos, rakyat menggaji pemerintah, ?karyawan?nya rakyat, untuk melakukan segala tugas-tugas pemerintahan. Tujuan utama dari semua pelaksanaan tugas itu adalah ?membuat senang?, ?membuat bahagia?, dan ?membuat sejahtera? sang bos, yakni rakyat. Pekerjaan selain membuat sejahtera tersebut bukan tugasnya, tapi pembangkangan ?karyawan?. Ketika ?pesuruh? memukuli dan menyia-nyiakan ?bos?nya, maka konsep kepemilikan rakyat atas negara menjadi tanda tanya besar.

Sebagai pemilik negara, rakyat merupakan pelaksana dan pekerja yang bertanggung jawab atas semua gerak pembangunan negara dan bangsanya. Dan sebagai pemilik negara, rakyat jugalah yang harus menikmati seluruh hasil jerih payah dan kerja kerasnya mengolah dan mengelola negara. Betapa banyak sudah suara frustasi dari rakyat yang menghiba agar pengelolaan dan eksplorasi sumber kekayaan alam Indonesia dikerjakan oleh rakyat saja. Tidak harus menyerahkan tanah air satu-satunya yang mereka miliki untuk ?diobok-obok? oleh orang asing.

Sedih dan tangis bertebaran di mana-mana relung hati rakyat ketika pengelolaan blok-blok minyak mereka justru diberikan ke perusahaan asing. Hutan-hutan warisan nenek moyangnya tempat bernaung menggantungkan hidup rakyat habis ludes ditebang dan diangkut oleh kapal-kapal berbobot mati ?luar biasa? ke luar negeri. Masyarakat di hutan-hutan itu sudahlah miskin, bukannya dilindungi negara, tapi justru ?dibunuhi? secara sistematis. Lahan hidup mereka diambil alih penggarapannya oleh pihak pemodal asing. Ketika mereka mendekat pada wilayah tanah leluhurnya untuk mengais segaris tipis rejeki di sana, yang didapatkan hanyalah bentakan dan berondongan salak bedil ?aparat negara?. Duh?

Sesungguhnya, jika setiap rakyat Indonesia yang hampir seperempat miliar orang itu diberi akses kepada hak dan tanggungjawabnya sebagai pemilik negara, dapat dibayangkan betapa ?kapal? negara Indonesia akan melaju dengan cepat. Jumlah rakyat yang begitu besar itu seharusnya bukan menjadi beban pemerintah dan negara, namun justru merupakan kekuatan maha dahsyat yang boleh merubah Indonesia dan bahkan dunia.

Tetapi, ketika rakyat hanya jadi objek penderita sebagai pelengkap persyaratan berdirinya negara, maka kita hakekatnya telah gagal menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara sejati. Kebesaran bangsa dan kebanggaan bernegara hanyalah sebuah utopia, mimpi di siang bolong. Yang ada malah negara semakin rapuh, keropos dan loyo. Jadi tontonan indah negara-negara kapitalis yang berharap sebentar lagi Indonesia itu ?mampus? untuk kemudian dikapling-kapling jadi ?kebun ekonomi? mereka.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

KALENDER

April 2008
S S R K J S M
    Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Arsip

RSS Buku Muslim

  • 通過信用卡債務管理為您的生活帶來財務紀律 20 Maret 2018
    這個世界充滿了美好的事物,我們可以通過這些美好的事物來改善我們的生活。獲得他們的衝動也很強烈。此外,我們有信用卡來獲得它們。通過信用卡管理財務很容易。但是,我們是否也在同一時間查看信用卡債務管理? 我為我的慾望付出更多嗎? 讓我們舉一個例子。我以27,000美元購買豪華車。我通過每月100美元的信用卡支付7000美元現金。在第一張信用卡到期日期間,我將信用額支付最低500美元。現在,在6500美元的未付餘額中,我將支付2.5%的利息,即162美元。利息超過我的每月分期付款。如果這種情況持續下去,這輛車最終可能會花費我3萬美元甚至更多,對逾期分期付款的所有利息和延期處罰都會加在一起。 這裡來信用卡債務管理 為了給你的金融帶來紀律,你總是可以去信用卡債務管理。為了渡過付款危機,您可以從專業信用卡債務經理處獲得幫助。 […]
    MuJiang
  • 是否所有VPN服務均等創建? 20 Maret 2018
    什麼是VPN 虛擬專用網絡(也稱為VPN)的概念不斷推動著現代業務的發展。而且,隨著技術擴展,VPN服務非常適合個人或個人使用。但是,僅僅依靠用戶從遠程位置訪問系統的組織基礎設施的使用已經為跨越大陸的未經審查的互聯網接入打開了普通的洪水門戶。但是,有些安全問題必須考慮,而且由於VPN服務提供商的程度不同,因此在開始維護個人通信和保護敏感信息的VPN服務之前,應始終進行研究。 重要元素 探索VPN市場應該是一項艱鉅的任務,因為希望利用該技術的個人需要記住五個關鍵點:速度,可靠性,加密,客戶關懷以及當然成本。任何缺乏這些領域的供應商都會讓你感到沮喪。 更多文章:所有你需要知道的關於VPN服務 簡單地了解一下VPN的速度有多快就意味著在事情的宏偉計劃中毫無意義。相反,請查詢任何速度限制,並了解系統在低於最佳條件下的使 […]
    MuJiang
  • 賭場獎金的推出 17 Maret 2018
    網上賭場或線上博弈是實際上呈現拉斯維加斯賭場的替代品。這些虛擬賭場確實為新玩家提供免費的賭場獎金,以便他們可以開始,甚至在其他遊戲中也可以開始。提供新的在線賭場獎金,以便在對比賽不了解的情況下照顧初學者的麻煩。 賭場有兩件重要的事情需要注意,首先是維護他們的遊戲軟體和設計優惠以吸引新玩家並保持當前用戶對遊戲感興趣。吸引新玩家並留住老用戶是通過創造有趣的新在線獎金來完成的,這些獎金可以免費或者不需要花費太多。現在免費獎金很長時間以來一直在做這項工作。其他優惠已經嘗試過,但沒有新的在線獎勵。新的在線賭場獎金實際上讓玩家轉換到更好的優惠新的賭場。 更多文章 賭場不斷重新發明這些獎金,以保持輪子滾動,這很好。賭場在周末和假期通常有很多的流量。公共免費獎金可以進一步增加。賭博不僅需要設計新的在線獎金,而且應該讓他們到達合 […]
    MuJiang
  • 假牙要如何挑選牙膏? 28 Desember 2017
    使用超氟牙膏預防蛀牙、牙齒美白牙膏讓牙齒變白或是使用抗敏感性牙齒牙膏清潔牙齒,但針對假牙的清潔又該如何處理呢?   以下提供各式假牙的清潔方式。 (一)清潔活動假牙-假牙托 每天晚上睡覺前將假牙托取下清洗,除去黏附在假牙托表面的牙菌膜。第一步驟盛入適量水於容器中並放入取下來的假牙托,於水中搭配牙刷及清潔精以斜面角度徹底清潔假牙托上的細菌。第二步驟即是將假牙托浸漬於清潔液中進行消毒。 若清洗不乾淨可能會導致口腔健康,常出現腫脹疼痛甚至潰爛的問題。需注意應避免使用牙齒美白牙膏或是有微小粒子的牙膏,因為這些粗糙粒子會磨損假牙托表面導致牙菌膜更容易附著於縫隙中。 更多文章: 使用VPN的優點 牙齒對臉型的影響 (二)清潔固定假牙-牙橋 使用特效牙線清潔牙橋底部的牙菌膜,牙橋若清潔不乾淨會影響旁邊的牙齒,導致口臭、牙周病 […]
    MuJiang
  • 所有你需要知道的關於VPN服務 4 Desember 2017
    什麼是VPN?VPN是虛擬專用網絡的縮寫。它可以被定義為通常適用以增加私密性和安全性到公共和專用網絡,互聯網和Wi-Fi熱點的方法。 香港VPN的通常使用不同類型的公司,以便使他們能夠保護任何敏感數據,他們可能有。然而,有一直在使用今天的個人VPN選項的增加。這可以歸因於今天所面臨的互聯網不同的轉變。 更多文章: 使用VPN的優點 使用VPN能多快、多方便? 當您使用VPN,則私密性提高到一個非常大的程度上。為什麼您獲得更好的隱私性和BPN的原因是,你可能已經使用初始IP地址替換由您的VPN提供商提供的一個事實。這是用戶擺脫他們可能希望門戶城市,只要它是由VPN供應商提供的IP地址的好方法。您可以使用VPN來改變你的位置。你可能會住在紐約,但可以使用VPN來使它看起來像你在倫敦等。每個VPN供應商提供了不同的門 […]
    MuJiang

RSS Pilihan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Roll

Rekomendasi

http://www.islamhouse.com http://muslim.or.id http://www.al-islam.com/ind/

Chat Room

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: