Hukum & Pemerintahan Dalam Teropong Klasik Montesquieu

1

15 April 2008 oleh fahirohim

“Hukum yang baik adalah hukum yang melindungi berbagai kepentingan umum. Sedangkan tanda dari suatu masyarakat yang bebas ialah semua orang dimungkinkan untuk mengikuti kecenderungan mereka sendiri sepanjang mereka tidak melanggar hukum.” Montesquieu

Adalah Rene Descartes (1596-1650), seorang filsuf besar Perancis yang pertama-tama meletakkan dasar-dasar rasionalitas bagi ilmu pengetahuan modern. Je pense donc je suis (saya berpikir karena itu saya ada), tak pelak lagi telah menjadi ucapan Descartes termashur yang menandai gradasi akal budi manusia pada status yang paling tinggi. Di sini seolah-olah Descartes ingin mengantitesis metanarasi yang telah menjadi stereotip pada jamannya. Pada masa itu metanarasi dominan yang berasal dari petuah gereja dan tuah sang raja telah menjadi begitu agung untuk dikritisi kembali. Sehingga boleh dikata bahwa akal budi manusia pada masa itu tersubordinasi di bawah kebenaran koalisi pendeta dan sang raja yang harus dianggap bermisi absolut.

Descartes memang bukan seorang pemikir mengenai politik, hukum dan kenegaraan. Namun bagaimanapun rasionalitas yang diintrodusirnya melalui “Discourse de la Methode” telah mempengaruhi pemikir politik, hukum dan ketatanegaraan Perancis, yaitu: Charles de Secondat de la Brede et de Montesquieu (1689-1755). Rasionalitas begitu tampak dalam karya Montesquieu, Les Lettres Persanes (Surat-surat dari Persia). Di dalamnya ia tidak saja mengkritisi kondisi social dan politik di Perancis, tetapi ia pun secara tajam mengkritik praktek irrasional agama di negerinya. Disamping mengarang Les Grandeur et Decadence des Romains (Kemashuran dan Kehancuran Romawi), maka karya terakhirnya L’Esprit des Lois (Jiwa Undang-Undang) sering dikategorikan sebagai masterpiece dari Montesquieu.

Sebagaimana John Locke dari Inggris dan para sarjana sejaman, pemikiran Montesquieu pun masih dipengaruhi oleh ajaran hukum alam. Namun berbeda dari Locke yang memiliki konsep abstrak, karena teori-teorinya dibangun dari pemikiran kontemplatif belaka, Montesquieu justru lebih rasional dan empiris, karena teori-teorinya dalam L’Esprit des Lois banyak dibentuk dari realitas empiris yang terjadi sampai pada masa itu. Dalam karyanya itu Montesquieu mengeksplanasi kejadian-kejadian dalam sejarah sosial yang ada untuk kemudian menemukan di dalamnya jiwa Undang-Undang. Tidak berlebihan kalau ada yang mengatakan bahwa pada L’Esprit des Lois ini, ia lebih berpretensi sebagai seorang sejarawan ketimbang filsuf politik.
L’Esprit des Lois sebenarnya merupakan sebuah buku yang tebal. Disebutkan oleh R Haryono Imam dalam pengantar buku “Membatasi Kekuasaan; Telaah Mengenai Jiwa Undang-Undang”, bahwa edisi lengkap L’Esprit des Lois terdiri dari tigapuluh satu buku, yang dalam edisi-edisi tertentu kemudian dibagi menjadi enam bagian. Bagian pertama, berkaitan dengan hukum pada umumnya dan bentuk-bentuk pemerintahan. Bagian kedua, mengenai pengaturan militer, pajak dan sebagainya. Bagian ketiga, berkaitan dengan adat kebiasaan dan ketergantungan adat kebiasaan pada kondisi iklim. Bagian keempat, membahas masalah ekonomi. Bagian kelima, dengan agama. Terakhir bagian keenam, semacam suplemen yang membahas hukum Romawi, Perancis dan gaya feodal (h. ix).

Yang terutama dapat diperhatikan dalam buku “Membatasi Kekuasaan” adalah beberapa hal menyangkut tema hukum. Tentang definisi hukum, walaupun tidak disebutkan secara eksplisit dan limitatif, bahkan terkesan ambigu, tetaplah dapat ditarik suatu obyektifikasi dengan mengumpulkan seluruh pengertian yang digunakan dalam buku ini. Secara umum hukum digunakan untuk menunjuk hak-hak dan kewajiban yang dilindungi atau diberlakukan oleh pengadilan serta pada aturan-aturan dasar yang harus diikuti oleh mereka yang menjalankan kekuasaan.

Dengan bekal kepercayaan bahwa cara untuk mempelajari hukum adalah mengamati berbagai sistem perundang-undangan yang ada dan diberlakukan di berbagai negara, Montesquieu menerangkan raison d’etre hukum. Baginya hak-hak positif warga negara tidak dimiliki secara apriori semata, yaitu pengakuan formal atas hak-hak kodrati manusia, tetapi yang penting adalah melakukan verifikasi actual atas situasi dimana manusia hidup.

Pendekatan empiris dipertahankan pula dalam menjelaskan tentang kebebasan. Tidak seperti fisuf dan pemikir lain sejamannya., Montesquieu tidak memulai perhatiannya dengan mengajukan konsep-konsep umum yang abstrak. Menurutnya, kebebasan berakar dalam tanah. Diartikan bahwa kebebasan lebih mudah dipertahankan dengan dua prasyarat pokok, yaitu keadaan geografis negara dan ketentraman yang timbul dari keamanan. Prasyarat terakhir menghendaki perundang-undangan menetapkan batas-batas kekuasaan negara serta adanya jaminan hak-hak individu di dalam hukum.

Berkaitan dengan tema kebebasan ini, Montesquieu memberikan batasan yang penting bagi terpeliharanya kebebasan itu sendiri, yaitu pembatasan dengan hukum. Hukum yang baik adalah hukum yang melindungi berbagai kepentingan umum. Sedangkan tanda dari suatu masyarakat yang bebas ialah semua orang dimungkinkan untuk mengikuti kecenderungan mereka sendiri sepanjang mereka tidak melanggar hukum (h. 13).

Suatu sistem hukum muncul menurut Montesquieu sebagai hasil kombinasi dari hakikat dan prinsip-prinsip pemerintahan tertentu. Apa yang disebut hakikat pemerintahan adalah isi yang membentuk pemerintahan (struktur khusus atau khas dari pemerintahan). Sedangkan prinsip adalah cara bertindak atau hasrat manusia yang menggerakkan pemerintahan. Hakikat pemerintahan ada tiga jenis, yaitu republic, monarki dan despotis (sewenang-wenang). Republik dipecah menjadi dua. Apabila lembaga rakyat memiliki kekuasaan tertinggi disebut demokrasi. Apabila kekuasaan tertinggi berada di tangan sebagian rakyat disebut aristokrasi. Untuk Negara republik, prinsip pemerintahan yang mutlak diperlukan adalah keutamaan. Untuk monarki dikehendaki ilham dari prinsip kehormatan. Dan dalam pemerintahan despotis diperlukan prinsip rasa takut (prinsip bahwa rakyat harus takut terhadap penguasa).

Dari kombinasi tersebut dapat diterangkan kemudian tentang rusaknya suatu pemerintahan. Rusaknya setiap pemerintahan pada umumnya dimulai dengan rusaknya prinsip-prinsipnya (h. 34). Prinsip demokrasi menjadi rusak bukan hanya ketika semangat persamaan padam; tetapi juga ketika rakyat jatuh ke dalam semangat persamaan yang ekstrim dan ketika setiap warga negara merasa senang setingkat dengan mereka yang telah dipilihnya untuk memerintah. Aristokrasi rusak apabila kekuasaan para bangsawan menjadi sewenang-wenang. Monarki bobrok ketika kekuasaan dirampas oleh seorang yang egois, narsistis dan menyalahgunakan wewenangnya, situasinya serta cintanya pada rakyat. Sistem pemerintahan despotis hancur oleh ketidaksempurnaan yang melekat di dalam dirinya, karena kodratnya sebagai suatu prinsip yang korup. Oleh karena itu menurut Montesquieu perlu adanya pembatasan kekuasaan. Untuk membatasi kekuasaan hanya dapat dilakukan dengan kekuasaan juga, sehingga timbullah ide bahwa dalam sebuah Negara, kekuasaan harus dipisahkan. Paling tidak dalam tiga komponen, yakni Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.

Secara keseluruhan penerjemahan karya Montesquieu ini ke dalam bahasa Indonesia, dari edisi bahasa Inggrisnya “The Spirit of The Laws”, cukup memberikan kemudahan bagi para peminat masalah politik, hukum dan ketatanegaraan untuk menangkap simbol-simbol ide dan pemikiran Montesquieu. Hanya saja istilah-istilah kunci yang terdapat dalam karya ini, antara lain misalnya definisi hukum, prinsip keutamaan, kehormatan, dan ketakutan tidak diusahakan batas-batasnya secara jelas dan terperinci. Orang-orang yang tidak terbiasa dengan gaya penulisan seperti ini mungkin akan merasa terganggu.

Terlepas dari segala kekurangannya, dan sejalan dengan tujuan Yayasan Karti Sarana menerbitkan terjemahan ini, buku ini dapat memprakarsai tipe-tipe baru penelitian ilmiah untuk memahami akar-akar budaya dari fenomen-fenomen dalam masyarakat Indonesia yang tidak dapat dijelaskan dengan metode penelitian konvensional. Di samping itu buku ini harus diakui dapat merangsang dialog budaya antara pelbagai kelompok yang berbeda dalam penghayatan religius pada masyarakat Indonesia, sehingga tercipta komitmen bersama atas seperangkat nilai kemanusiaan. Singkatnya, penerbitan buku “Membatasi Kekuasaan” merupakan upaya yang patut disambut baik. Apalagi seperti diketahui, buku aslinya pun (L’Esprit des Lois) adalah sebuah karya besar yang teori-teori didalamnya telah banyak memberi inspirasi kepada para ilmuwan maupun praktisi politik di seluruh dunia.

Iklan

One thought on “Hukum & Pemerintahan Dalam Teropong Klasik Montesquieu

  1. mujiburrahman berkata:

    menarik

    ==== FAHI ====
    Jangan gitu ah, aku malu dengan kontents, materi yang masih kering. Maklum membangunnya serba terbatas kemampuan ilmu dan lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

KALENDER

April 2008
S S R K J S M
    Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Arsip

RSS Buku Muslim

  • 通過信用卡債務管理為您的生活帶來財務紀律 20 Maret 2018
    這個世界充滿了美好的事物,我們可以通過這些美好的事物來改善我們的生活。獲得他們的衝動也很強烈。此外,我們有信用卡來獲得它們。通過信用卡管理財務很容易。但是,我們是否也在同一時間查看信用卡債務管理? 我為我的慾望付出更多嗎? 讓我們舉一個例子。我以27,000美元購買豪華車。我通過每月100美元的信用卡支付7000美元現金。在第一張信用卡到期日期間,我將信用額支付最低500美元。現在,在6500美元的未付餘額中,我將支付2.5%的利息,即162美元。利息超過我的每月分期付款。如果這種情況持續下去,這輛車最終可能會花費我3萬美元甚至更多,對逾期分期付款的所有利息和延期處罰都會加在一起。 這裡來信用卡債務管理 為了給你的金融帶來紀律,你總是可以去信用卡債務管理。為了渡過付款危機,您可以從專業信用卡債務經理處獲得幫助。 […]
    MuJiang
  • 是否所有VPN服務均等創建? 20 Maret 2018
    什麼是VPN 虛擬專用網絡(也稱為VPN)的概念不斷推動著現代業務的發展。而且,隨著技術擴展,VPN服務非常適合個人或個人使用。但是,僅僅依靠用戶從遠程位置訪問系統的組織基礎設施的使用已經為跨越大陸的未經審查的互聯網接入打開了普通的洪水門戶。但是,有些安全問題必須考慮,而且由於VPN服務提供商的程度不同,因此在開始維護個人通信和保護敏感信息的VPN服務之前,應始終進行研究。 重要元素 探索VPN市場應該是一項艱鉅的任務,因為希望利用該技術的個人需要記住五個關鍵點:速度,可靠性,加密,客戶關懷以及當然成本。任何缺乏這些領域的供應商都會讓你感到沮喪。 更多文章:所有你需要知道的關於VPN服務 簡單地了解一下VPN的速度有多快就意味著在事情的宏偉計劃中毫無意義。相反,請查詢任何速度限制,並了解系統在低於最佳條件下的使 […]
    MuJiang
  • 賭場獎金的推出 17 Maret 2018
    網上賭場或線上博弈是實際上呈現拉斯維加斯賭場的替代品。這些虛擬賭場確實為新玩家提供免費的賭場獎金,以便他們可以開始,甚至在其他遊戲中也可以開始。提供新的在線賭場獎金,以便在對比賽不了解的情況下照顧初學者的麻煩。 賭場有兩件重要的事情需要注意,首先是維護他們的遊戲軟體和設計優惠以吸引新玩家並保持當前用戶對遊戲感興趣。吸引新玩家並留住老用戶是通過創造有趣的新在線獎金來完成的,這些獎金可以免費或者不需要花費太多。現在免費獎金很長時間以來一直在做這項工作。其他優惠已經嘗試過,但沒有新的在線獎勵。新的在線賭場獎金實際上讓玩家轉換到更好的優惠新的賭場。 更多文章 賭場不斷重新發明這些獎金,以保持輪子滾動,這很好。賭場在周末和假期通常有很多的流量。公共免費獎金可以進一步增加。賭博不僅需要設計新的在線獎金,而且應該讓他們到達合 […]
    MuJiang
  • 假牙要如何挑選牙膏? 28 Desember 2017
    使用超氟牙膏預防蛀牙、牙齒美白牙膏讓牙齒變白或是使用抗敏感性牙齒牙膏清潔牙齒,但針對假牙的清潔又該如何處理呢?   以下提供各式假牙的清潔方式。 (一)清潔活動假牙-假牙托 每天晚上睡覺前將假牙托取下清洗,除去黏附在假牙托表面的牙菌膜。第一步驟盛入適量水於容器中並放入取下來的假牙托,於水中搭配牙刷及清潔精以斜面角度徹底清潔假牙托上的細菌。第二步驟即是將假牙托浸漬於清潔液中進行消毒。 若清洗不乾淨可能會導致口腔健康,常出現腫脹疼痛甚至潰爛的問題。需注意應避免使用牙齒美白牙膏或是有微小粒子的牙膏,因為這些粗糙粒子會磨損假牙托表面導致牙菌膜更容易附著於縫隙中。 更多文章: 使用VPN的優點 牙齒對臉型的影響 (二)清潔固定假牙-牙橋 使用特效牙線清潔牙橋底部的牙菌膜,牙橋若清潔不乾淨會影響旁邊的牙齒,導致口臭、牙周病 […]
    MuJiang
  • 所有你需要知道的關於VPN服務 4 Desember 2017
    什麼是VPN?VPN是虛擬專用網絡的縮寫。它可以被定義為通常適用以增加私密性和安全性到公共和專用網絡,互聯網和Wi-Fi熱點的方法。 香港VPN的通常使用不同類型的公司,以便使他們能夠保護任何敏感數據,他們可能有。然而,有一直在使用今天的個人VPN選項的增加。這可以歸因於今天所面臨的互聯網不同的轉變。 更多文章: 使用VPN的優點 使用VPN能多快、多方便? 當您使用VPN,則私密性提高到一個非常大的程度上。為什麼您獲得更好的隱私性和BPN的原因是,你可能已經使用初始IP地址替換由您的VPN提供商提供的一個事實。這是用戶擺脫他們可能希望門戶城市,只要它是由VPN供應商提供的IP地址的好方法。您可以使用VPN來改變你的位置。你可能會住在紐約,但可以使用VPN來使它看起來像你在倫敦等。每個VPN供應商提供了不同的門 […]
    MuJiang

RSS Pilihan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Roll

Rekomendasi

http://www.islamhouse.com http://muslim.or.id http://www.al-islam.com/ind/

Chat Room

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: