3 Tahun Berprestasi Buruk, Daerah Bisa Raib

1

16 Mei 2008 oleh fahirohim

Jakarta,–
Warning keras dikeluarkan pemerintah pusat untuk daerah-daerah yang berprestasi buruk. Tidak hanya sekedar warning, pemerintah pusat berketetapan hati untuk menghapuskan, dan kemudian menggabungkan daerah berprestasi buruk ke daerah tetangga yang lebih baik.


Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2008 tentang pedoman evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang diteken Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Februari lalu.


“Peraturan ini merupakan tindaklanjut dari ketentuan pasal 6 ayat 3 UU 32/2004 tentang Pemda yang menyebutkan bahwa daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain apabila daerah yang bersangkutan tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah,” kata Juru Bicara Depdagri Saut Situmorang di kantor Depdagri, Jumat (8/2).


Dalam penjelasan Saut, untuk menentukan prestasi daerah, pemerintah mencanangkan tiga cara evaluasi. Ketiga hal ini antara lain pertama evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah (EKPPD). Evaluasi ini dilakukan untuk menilai kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan prinsip tata kepemerintahan yang baik.


Perangkat kedua dalam evaluasi, adalah evaluasi kemampuan penyelenggaraan otda (EKPOD). Evaluasi ini dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otda yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan umum, dan kemampuan daya saing daerah. Sedangkan evaluasi yang ketiga, adalah evaluasi daerah otonom baru (EDOB). Evaluasi ini ditujukan untuk memantau perkembangan kelengkapan aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk.


“Evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah (EKPPD) dilangsungkan mulai 2008 terhadap penyelenggraan pemda tahun 2007. Evaluasi kinerja pemda dilakukan tiap tahun oleh tim nasional Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) yang dibentuk Presiden Yudhoyono,” ujarnya.Saut menyebutkan, anggota Timnas sendiri terdiri atas Mendagri Mardiyanto selaku ketua merangkap anggota, Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara sebagai Wakil Ketua,disusul kemudian sejumlah anggota antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Negara/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, kepala Badan Kepagawaian Negara, Kepala BPKP, Kepala Badan Pusat Statistik, dan Kepala Lembaga Administrasi Negara.

 

 

Lebih lanjut Saut menambahkan, dalam melakukan evaluasi kabupaten dan kota, timnas EPPD dibantu gubernur selaku wakil pemerintah di wilayah provinsi. Tim daerah EPPD akan dibentuk dengan gubernur selaku penanggung jawab. Disusul Sekretaris Daerah selaku ketua yang merangkap anggota, Kepala inspektorat sebagai sekretaris. Dan untuk anggota terdiri atas kepala Bapeda, kepala perwakilan BPKP, kepala BPS Provinsi dan pejabat daerah lainnya.


“Di sini Gubernur yang memantau perkembangan daerah,” urainya.


Evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah (EKPPD) bersumber pada laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, informasi keuangan daerah, laporan kinerja instansi pemerintah daerah, dan laporan hasil pembinaan, penelitian, pengembangan, pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.


Selain itu, informasi yang juga menjadi bahan evaluasi adalah laporan hasil survey kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah daerah, laporan kepala daerah aras permintaan khusus, rekomendasi/tanggapan DPRD terhadap Laporan Keterangan pertanggungjawaban kepala daerah, laporan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berasal dari lembaga independen, dan tanggapan masyarakat.

Dengan menggunakan informasi tersebut, sela Saut akan diperoleh hasil evaluasi tiap tahun dalam empat kategori. Keempat kategori ini adalah daerah berprestasi sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah.“Ini akan dilihat secara nasional. Dan kemungkinannya tidak terbatas pada daerah otonom baru saja,” pungkasnya seraya menjelaskan, pemerintah akan memberikan label tertentu untuk evaluasi daerah ini.

 


“Jadi nanti juga akan ada di pemerintah provinsi/kabupaten yang termasuk dalam tiga besar yang berprestasi paling tinggi dan tiga besar yang paling rendah. Sementara untuk kabupaten akan ada 10 kabupaten paling tinggi dan 10 paling rendah. Penetapan peringkat ini akan dilakukan pemerintah dengan keputusan Mendagri tiap tahun. Ini bagian dari reward and punishment. ” pungkasnya.


Penetapan peringkat kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah setiap tahun dilakukan dengan menggunakan Keputusan Mendagri. Dan untuk penyerahan penetapan peringkat kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah akan dilakoni Presiden kepada kepala daerah pada hari Otonomi daerah yang jatuh setiap tanggal 25 April.


Lalu bagaimana sistem pengukuran kinerja berlangsung. Dalam pasal 28 ayat 2 disebutkan sistem pengukuran kinerja mencakup empat hal. Keempat hal ini terdiri atas indikator kinerja kunci, teknik pengumpulan data kinerja, metodelogi pengukuran kinerja dan analisis, pembobotan serta interpretasi kinerja.


Indikator kinerja kunci sendiri adalah untuk menilai aspek pada tataran pengambil kebijakan daerah untuk masing-masing urusan pemerintahan, yang mempertimbangkan kesesuaian kebijakan daerah dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, dan kesesuaian kebijakan daerah dengan kepentingan umum. Indikator kinerja kunci ini akan dilakukan setiap bulan.
Setelah memperoleh hasil evaluasi ini, dengan menggunakan pasal 46 dalam PP Nomor 6/2008 dan berdasarkan hasil evaluasi timnas EPPD tentang kemampuan penyelenggaraan otda (EKPOD), pemerintah akan memutuskan daerah mana saja yang akan dihapus dan digabung dengan daerah lain.“Teknis akan diatur permendagri sedangkan penggabungan atau penghapusan diatur oleh PP 78 tahun 2007,” tuturnya.

 


Daerah Otda Baru Jadi Bidikan Evaluasi penyelenggaran pemerintahan daerah (EPPD) juga berlaku untuk daerah otonomi baru yang dibentuk. Untuk tingkat provinsi, evaluasi akan dilakukan Tim Nasional EPPD yang menggunakan Laporan Penyelanggaraan Pemerintahan Daerah Otonom baru. Sedangkan untuk tingkat daerah, evaluasi akan dilakukan tim daerah EPPD.


Dalam pasal 48, penilaian evaluasi otonomi daerah baru meliputi aspek perkembangan penyusunan perangkat daerah, pengisian personil, pengisian keanggotaan DPRD, penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan, pembiayaan, pengalihan aset dan dokumen, pelaksanaan penetapan batas wilayah, penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan, dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan.


“Hasil evaluasi akan disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pembinaan dan fasilitasi khusus daerah otonomi baru, dan kepada pemerintahan provinsi yang bersangkutan sebagai umpan balik,” kata Presiden Yudhoyono yang tertera dalam pasal 48 ayat 2 PP Nomor 6/2008.


Lebih lanjut Kepala Negara menyebutkan, pembinaan dan fasilitas khusus akan diberikan paling lama tiga tahun sejak pelantikan pejabat kepala daerah. Pembinaan dan fasilitas khusus ini meliputi penyusunan perangkat daerah, pengisian personil, pengisian keanggotaan DPRD, penyusunan APBD, pemberian hibah dari daerah induk dan pemerintah provinsi, pemindahan personil, pengalihan aset, pendanaan dan dokumen, penyusunan rencana umum tata ruang dan penguatan infrastruktur yang mendukung investasi daerah.(Persda Network/ade)

Iklan

One thought on “3 Tahun Berprestasi Buruk, Daerah Bisa Raib

  1. dedy berkata:

    10 Tahun sudah otda berjalan, tapi pemerintah tidak konsisten dengan aturan2 yg ditetapkan..Pemekaran terus berlanjut, sementara evluasi otda terlihat mandeg…Diundang bergabung dalam http://www.sakatik.blogspot.com.
    Salam dari Pulau Kalimantan…
    ================ fahi ======================
    Itulah konsep negara yang trial end error, akan selalu penuh misteri, kenapa tidak mengambil konsep negara yang sudah teruji yang merambah jazirah asia afrika dan eropa, bukan begitu om.
    salam dari Banten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

RSS Buku Muslim

  • 為什麼喜歡線上賭博? 13 September 2017
    我常常在YOUTUBE裡觀看別人怎麼賭,技巧在哪,看久了真的會從裡面體會出精隨所在。 我就看別人賭。認識的賭徒還真是不少,什麼樣的賭法都有,但是大膽地說, 沒有一個可以長期贏錢,沒有一個方法可以長期(請注意是長期、長期)使用在某個一賠一的賭遊戲之中。 一賠一的遊戲都很難贏了,更別說是機會少於50%的高賠率賭戲了,有些遊戲是完全用虛擬幣,輸贏對真實沒影響,主要是抒發人類心理而已。 另一些是用真實貨幣去換成虛擬幣才能玩,贏了可以再把虛擬幣換回來成真實貨幣,這也是不錯的方式。 例如百家樂,吃角子老虎,21點,輪盤,撲克,牌九,骰寶,十三支,花旗骰等等,這些在手機上都能玩, 很重要的一點是要有時間觀念,我發現網上的高手和專家很少談及賭博的時間觀念。 有的只是不停的追求一些越來越高級的理論,數理化加五行八卦全都出來, 這 […]
    MuJiang
  • 牙齒的形狀與功用 13 September 2017
    人類的牙齒依生長時期可分為乳齒和恒齒兩種,一般人在出生後八個月左右會開始生長乳齒,當然快者也有人在四個月就長牙,慢者也有人在十七個月後才開始長,快慢因人而異,而通常二至三歲乳齒便可長齊,合計乳齒只有二十顆,由於孩童的上下顎尚未發達,體積尚小,所以乳齒的形狀皆不大。 隨著骨骼的發育成長,上下顎也會開始變大,此時光靠小顆的乳牙已難以咀嚼食物,因此,從上小學開始,乳齒便會開始脫落長出恒齒,大約到了十至十一歲左右,乳齒都會換為恒齒,恒齒比乳齒堅固,且不會再更換。 我們出生時沒有牙齒,約6至7個月左右開始長牙,約2歲半時長出所有乳齒。6歲至12歲期間,牙齒開始「大換班」,為什麼牙齒長出來後,要更換呢? 為什麼會有恆齒? 我們首次長出的牙齒叫乳齒,乳齒體積既小,亦不耐磨,共20顆。從6歲起乳齒一顆顆脫落,一般在12歲左右所 […]
    MuJiang
  • 線上賭博運作方式 18 Agustus 2017
      關於賭博的說明為有些線上賭博在國外是合法沒錯,在敏感的國家當中不定是合法的。避免有人接收到傳票,表示對方根本沒有做風險控管。 線上賭博網站都會有個特性: 1.大多都架設在國外。 2.沒有具體的營業地點。 3.現金交付都是由第三方團體。 舉例:假設有個A網站的使用的是點數,一點B網站賣1元,使用者要買點數才可以進A網站賭博而且A網站不直接換錢,換錢要找B網站換。 (簡單來說,就像是要夾娃娃就要先換代幣的意思) 而風險控管就是把線上賭博的機房設在國外,當要下注時就需要把錢匯到國外的銀行,贏了錢的話會再把這些賭金轉換成現金或點數。 而線上賭博並不是單純碰運氣而已,賭場老闆也不是單純碰機率。那麼又有什麼理由可以憑運氣打贏賭場呢,賭客相信的是運氣,賭場相信的是數學,而數學的風險可以打敗最有運氣的賭徒。 回到首頁。 T […]
    MuJiang
  • 使用VPN的優點 8 Agustus 2017
    相較於傳統的專線式網路連結,VPN架設的結構至少提供了下列的幾項特色: (1)  減低費用。VPN的架設在設備的使用量及廣域網路的頻寬使用上均較專線式的架構節省,所以能使企業網路的總成本降低。而在LAN-to-LAN的連結上,使用VPN將較專線式的架構成本節省2成至4成左右;而就遠端存取而言,VPN更能比直接撥接至企業內部的網路節省超過5成的成本。這麼看來VPN台灣能節省到很可觀的經濟效益。 (2) 網路的架構彈性較大。VPN較專線式的架構來的比較有彈性,當有必要將變更網路架構時,VPN可以輕易的達成;相對的,傳統的專線式架構就太大費周章了。 (3) 管理上的方便。比較少的網路設備及實體線路,使網路的管理較為輕鬆; 所以不論分公司或是遠端存取用戶再多,均只需要透過連線的路徑進入企業網路。 (4)網路安全。為了保 […]
    MuJiang

RSS Pilihan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Roll

Rekomendasi

http://www.islamhouse.com http://muslim.or.id http://www.al-islam.com/ind/

Chat Room

%d blogger menyukai ini: