17 Ramadhan Nuzulu Al-Qur’an?

Tinggalkan komentar

3 Oktober 2008 oleh fahirohim

17 Ramadhan Nuzulu lQur^an? 

Hari ini 17 Ramadhan yang dianggap sebagai hari diturunkannya Al Quran, Nuzulu lQur^an. Judul di atas ditutup dengan tanda tanya, yang tentu bermakna: Benarkah Al Qur^an itu diturunkan Allah pada 17 Ramadhan? 

Pendekatan Ilmiyah, yang sumber informasinya adalah alam, pada zaman Yunani Kuno mempunyai kelemahan. Seperti diketahui, para pakar Yunani Kuno memperkembang tradisi keilmuan orang Mesir Kuno dan Sumaria yang hanya berasaskan intizhar (observasi), dengan penambahan unsur penafsiran terhadap hasil observasi itu. Ini melahirkan teori-teori ilmiyah yang spekulatif. Mengapa spekulatif, oleh karena teori-teori hasil penafsiran itu tidak diuji-coba. Dalam seri 020 telah dijelaskan bahwa para pakar Yunani Kuno di bidang fisika tidak mungkin dapat melakukan uji-coba teori hasil penafsiran itu, oleh karena matematika di zaman Yunani Kuno belum mampu untuk dapat dipakai sebagai ilmu penunjang untuk kebutuhan uji-coba itu. Jadi kelemahan Pendekatan Ilmiyah di zaman Yunani Kuno ialah teori-teori yang ditelurkan oleh para pakar itu spekulatif sifatnya karena tidak dapat dibuktikan kebenarannya melalui uji-coba. Maka terjadilah keadaan status quo yang berwujud: Menurut pendapat Anaxagoras demikian, menurut pendapat Socrates demikian, dan seterusnya. Itulah sebabnya sains di zaman Yunani Kuno tidak dapat diaplikasikan dalam teknologi, sehingga teknologi tidak mungkin dapat berkembang. 

Apa yang terjadi sampai sekarang ini dalam Pendekatan Kitabiyah (Scriptural Approach), yang sumber informasinya adalah wahyu, keadaannya sama betul dengan Pendekatan Ilmiyah dalam zaman Yunani Kuno. Yakni hanya sampai dalam tahap penafsiran saja. Hanya berhenti dalam keadaan status quo, menurut qaul (pendapat) si fulan begini dan menurut qaul si fulan yang lain begitu. Tidak ada lanjutannya berupa uji-coba. Jangan salah faham, yang diuji-coba bukan tentang kebenaran ayat Al Qur^an. Al Qur^an adalah sumber informasi wahyu, yang bersumber dari Sumber dari segala sumber, Yang Maha Mutlak. Kebenaran Al Qur^an, yang bersumber dari Yang Maha Mutlak tidak membutuhkan uji-coba karena kebenarannya adalah mutlak. Yang mebutuhkan uji-coba adalah hasil penafsiran orang terhadap Al Qur^an, dan inilah yang diabaikan dalam Pendekatan Kitabiyah, termasuk antara lain hasil penafsiran bahwa Nuzulu lQur^an itu adalah pada 17 Ramadhan, yang menjadi topik dalam seri 023 ini. 

*** 

Al Quran tidak membedakan pengertian ayat, baik yang dimaksud dengan alam, yang disebut ayat kawniyah, maupun yang dimaksud dengan isi Al Qur^an, yaitu ayat qawliyah. (kawniyah dari kaana = jadi dan qawliyah dari qaala = sabda). Dalam kedua ayat di bawah ini jelas Al Quran tidak membedakan pengertian ayat, baik sebagai ayat kawniyah maupun ayat qawliyah: 

……. wa laa tasytaruw bia-ya-tiy tsamanan qaliylan ……. artinya: …… Dan janganlah engkau menjual ayat-ayatKu dengan harga murah …..(S.Al Baqarah, 41) ….wa yunzilu mina ssamaai ma-an fa yuhyiy bihi l.ardha ba’da mawtihaa inna fiy dza-lika la.a-ya-tin liqaumin ya’qiluwn, artinya: diturunkanNya hujan dari langit, dan dengan itu dihidupkanNya bumi sesudah matinya, sesungguhnya dalam hal ini adalah ayat-ayat bagi kaum yang mempergunakan akalnya (Ar Rum 24). 

Oleh karena Al Qur^an tidak membedakan antara ayat Al Quran dengan ayat alam, maka tidak ada alasan untuk tidak mengaplikasikan metode uji-coba dalam Pendekatan Kitabiyah yang sumber informasinya wahyu, sebagaimana halnya dengan pengaplikasian metode uji-coba dalam Pendekatan Ilmiyah, yang sumber informasinya adalah alam. Namun perlu ditekankan di sini, bahwa tentu tidak semua penafsiran itu dapat diuji-coba, baik itu penafsiran terhadap sumber informasi wahyu, maupun penafsiran terhadap sumber informasi alam. 

Marilah kita mulai dengan menjelaskan hasil penafsiran S. Al Anfal, ayat 41 yang membuahkan sebuah teori bahwa Nuzulu lQur^an itu terjadi pada 17 Ramadhan. Wa in kuntum amantum biLla-hi wa maa anzalnaa ‘ala- ‘abdinaa yawma lfurqaana yawma ltaqa ljam’an, artinya: Jika kamu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) apa yang kuturunkan kepada hambaku (Muhammad) pada Hari Al Furqaan, hari bertemunya dua pasukan. 

Pada umumnya ditafsirkan, bahwa yang diturunkan Allah itu adalah Al Qur^an, dan Hari Al Furqan, hari bertemunya dua pasukan adalah Perang Badar. Dan menurut catatan sejarah, Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan. Jadi Nuzulu lQur^an adalah pada 17 Ramadhan. 

Dalam penafsiran ini ada 3 tahap pemikiran/perbuatan manusia. Tahap pertama berupa pemikiran, bahwa maa/apa diartikan sebagai Al Quran. Tahap kedua adalah juga pemikiran, yaitu bertemunya dua pasukan adalah Perang Badar. Tahap ketiga adalah perbuatan, yaitu pencatatan/ingatan sejarah, bahwa Perang Badar itu adalah pada 17 Ramadhan. Penafsiran inilah, yang berupa tiga tahap pendapat manusia itu yang perlu diuji-coba, yang dirujukkan kepada Al Qur^an dan Al Hadits yang Shahih. 

Bahwa Al Qur^an diturunkan dalam bulan Ramadhan itu benar, sebab hal itu dibenarkan oleh S. Al Baqarah, ayat 185: Syahru Ramadhaana lladziy unzila fiyhi lQur^an …. artinya: Bulan Ramadhan yaitu diturunkan di dalamnya Al Qur^an … 

Sekarang mengenai tanggal. Ini tidak disebutkan secara langsung dalam Al Qur^an, melainkan berupa isyarat, yaitu dalam S. Al Qadar ayat 1: Innaa anzalnaahu fiy laylati lqadri, artinya: Sesungguhnya Kami turunkan dia pada Malam Qadar. Isyarat Al Qur^an itu diperjelas oleh sabda Rasulullah SAW: taharraw laylata lqadri fi l’asyri l.awaakhir min ramadhaan, artinya: Carilah olehmu Malam Qadar pada sepuluh malam terakhir dalam bulan Ramadhan. Hadits di atas itu adalah hadits shahih, yaitu Shahih Bukhari. 

Bilangan 17 tidak termasuk dalam daerah antara 21 dengan 30, kalau jumlah hari bulan Ramadhan 30 hari, atau di antara 20 dengan 29, kalau bulan Ramadhan itu hanya terdiri dari 29 hari. Hasil uji-coba menolak penafsiran tanggal 17 di atas itu. 

Mungkin ada yang bertanya, buat apa dipermasalahkan tanggal 17 atau bukan. Yang perlu diperhatikan adalah isi Al Qur^an itu dan pengamalannya. Memang memperhatikan isi Al Qur^an dan mengamalkannya itu sangat perlu. Namun kemurnian aqiedah itu adalah hal yang tidak kurang pentingnya. Dengan metode uji-coba ini berhasil diungkapkan, bahwa penafsiran tanggal 17 ini bertentangan dengan hadits shahih. Kalau kita ngotot mengatakan bahwa Nuzulu lQur^an itu 17 Ramadhan, itu berarti kita lebih percaya kepada pencatat tanggal kejadian perang Badar yang kita tidak tahu siapa dia ketimbang sabda Rasulullah SAW. Lalu rusaklah syahadat kita, karena hanya Asyhadu alla ilaha illaLlah, tanpa asyhadu anna MuhammadarRasululLah, dan apakah itu tidak termasuk penganut Inkar Sunnah? 

Lalu, tanggal berapakah Nuzulu lQur^an itu? Jawabnya adalah itu merupakan rahasia Allah SWT. Pokoknya terletak salah satu malam di antara 10 malam terakhir dalam bulan Ramadhan, seperti Shahih Bukahri itu. Rahasia Allah ini ada hikmahnya. Kita lebih intensif beribadah pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, karena salah satu malam di antara 10 malam itu adalah Laylatu lQadri, yang kalau kita beribadat pada waktu itu nilainya lebih dari 1000 bulan, khairun min alfi syahrin. Bayangkan, satu malam dinilai 1000 bulan, 1000:12 = 83,3 tahun. Inilah hikmahnya, yaitu meningkatkan kwalitas nilai ibadah kita, seakan-akan umur kita diperpanjang menjadi 83,3 tahun setiap bulan Ramadhan, apabila kesempatan itu dapat kita pergunakan. WaLlahu a’lamu bishshawab. 

*** Makasar, 22 Maret 1992 [H.Muh.Nur Abdurrahman] 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER

Oktober 2008
S S R K J S M
« Jun   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

RSS Buku Muslim

  • 為什麼喜歡線上賭博? 13 September 2017
    我常常在YOUTUBE裡觀看別人怎麼賭,技巧在哪,看久了真的會從裡面體會出精隨所在。 我就看別人賭。認識的賭徒還真是不少,什麼樣的賭法都有,但是大膽地說, 沒有一個可以長期贏錢,沒有一個方法可以長期(請注意是長期、長期)使用在某個一賠一的賭遊戲之中。 一賠一的遊戲都很難贏了,更別說是機會少於50%的高賠率賭戲了,有些遊戲是完全用虛擬幣,輸贏對真實沒影響,主要是抒發人類心理而已。 另一些是用真實貨幣去換成虛擬幣才能玩,贏了可以再把虛擬幣換回來成真實貨幣,這也是不錯的方式。 例如百家樂,吃角子老虎,21點,輪盤,撲克,牌九,骰寶,十三支,花旗骰等等,這些在手機上都能玩, 很重要的一點是要有時間觀念,我發現網上的高手和專家很少談及賭博的時間觀念。 有的只是不停的追求一些越來越高級的理論,數理化加五行八卦全都出來, 這 […]
    MuJiang
  • 牙齒的形狀與功用 13 September 2017
    人類的牙齒依生長時期可分為乳齒和恒齒兩種,一般人在出生後八個月左右會開始生長乳齒,當然快者也有人在四個月就長牙,慢者也有人在十七個月後才開始長,快慢因人而異,而通常二至三歲乳齒便可長齊,合計乳齒只有二十顆,由於孩童的上下顎尚未發達,體積尚小,所以乳齒的形狀皆不大。 隨著骨骼的發育成長,上下顎也會開始變大,此時光靠小顆的乳牙已難以咀嚼食物,因此,從上小學開始,乳齒便會開始脫落長出恒齒,大約到了十至十一歲左右,乳齒都會換為恒齒,恒齒比乳齒堅固,且不會再更換。 我們出生時沒有牙齒,約6至7個月左右開始長牙,約2歲半時長出所有乳齒。6歲至12歲期間,牙齒開始「大換班」,為什麼牙齒長出來後,要更換呢? 為什麼會有恆齒? 我們首次長出的牙齒叫乳齒,乳齒體積既小,亦不耐磨,共20顆。從6歲起乳齒一顆顆脫落,一般在12歲左右所 […]
    MuJiang
  • 線上賭博運作方式 18 Agustus 2017
      關於賭博的說明為有些線上賭博在國外是合法沒錯,在敏感的國家當中不定是合法的。避免有人接收到傳票,表示對方根本沒有做風險控管。 線上賭博網站都會有個特性: 1.大多都架設在國外。 2.沒有具體的營業地點。 3.現金交付都是由第三方團體。 舉例:假設有個A網站的使用的是點數,一點B網站賣1元,使用者要買點數才可以進A網站賭博而且A網站不直接換錢,換錢要找B網站換。 (簡單來說,就像是要夾娃娃就要先換代幣的意思) 而風險控管就是把線上賭博的機房設在國外,當要下注時就需要把錢匯到國外的銀行,贏了錢的話會再把這些賭金轉換成現金或點數。 而線上賭博並不是單純碰運氣而已,賭場老闆也不是單純碰機率。那麼又有什麼理由可以憑運氣打贏賭場呢,賭客相信的是運氣,賭場相信的是數學,而數學的風險可以打敗最有運氣的賭徒。 回到首頁。 T […]
    MuJiang
  • 使用VPN的優點 8 Agustus 2017
    相較於傳統的專線式網路連結,VPN架設的結構至少提供了下列的幾項特色: (1)  減低費用。VPN的架設在設備的使用量及廣域網路的頻寬使用上均較專線式的架構節省,所以能使企業網路的總成本降低。而在LAN-to-LAN的連結上,使用VPN將較專線式的架構成本節省2成至4成左右;而就遠端存取而言,VPN更能比直接撥接至企業內部的網路節省超過5成的成本。這麼看來VPN台灣能節省到很可觀的經濟效益。 (2) 網路的架構彈性較大。VPN較專線式的架構來的比較有彈性,當有必要將變更網路架構時,VPN可以輕易的達成;相對的,傳統的專線式架構就太大費周章了。 (3) 管理上的方便。比較少的網路設備及實體線路,使網路的管理較為輕鬆; 所以不論分公司或是遠端存取用戶再多,均只需要透過連線的路徑進入企業網路。 (4)網路安全。為了保 […]
    MuJiang

RSS Pilihan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Roll

Rekomendasi

http://www.islamhouse.com http://muslim.or.id http://www.al-islam.com/ind/

Chat Room

%d blogger menyukai ini: