Penanggalan Hijriyah, Mengapa Bulan ke-9 Disebut Ramadhan

Tinggalkan komentar

Penanggalan Hijriyah, Mengapa Bulan ke-9 Disebut Ramadhan    

Pada tanggal 2 Juli 1992 masuklah tahun baru Hijriyah, 1 Muharram 1413 H. Walaupun judul di atas adalah Penanggalan Hijriyah, akan tetapi supaya lebih jelas, akan dikemukakan dahulu sistem penanggalan sebelumnya. Sistem penanggalan unsurnya hanya tiga:  tahun, bulan dan tanggal. Mengenai tahun, terlibat di situ patokan tahun, dan lamanya apa yang disebut satu tahun. Tentang bulan, terlibat dua hal, lamanya dan jumlah bulan dalam satu tahun. Tentang tanggal hanya terlibat jumlah tanggal dalam satu bulan.    

Satu tahun dalam penanggalan Romawi adalah satu kali matahari menempuh lintasan garis ekliptika di bola langit, ini dalam pandangan geosentrik. Kalau dalam pandangan sekarang, satu kali bumi mengelilingi matahari dalam bidang ekliptika. Lamanya sekitar 365,25 hari. Ini disebut tahun syamsiyah (solar year).   Satu tahun qamariyah terdiri atas 12 bulan qamariyah. Jadi satu tahun qamariyah = 12 x 29,531 = 354,372 hari. Perbedaan 1 tahun syamsiyah dengan 1 tahun qamariyah = 365,25 – 354,372 = 10,878 dianggap/dibulatkan 11 hari. Pembulatan ini perlu dikoreksi seperti akan diperbincangkan nanti. Maka dalam Penanggalan Romawi permasalahan bukan bilangan bulat ini ditanggulangi seperti berikut: setiap bulan dianggap 30 hari, kecuali bulan kelima, jumlahnya cuma 28 hari. Ini berarti 1 tahun jumlahnya hanya 11 x 30 + 28 = 358  hari. Maka penanggulangan berikutnya adalah yang 7 hari itu (365 – 358) disisipkan satu hari berselang seling, kecuali bulan 10 dan 11 lamanya 31 hari. Penanggulangan berikutnya adalah yang 0,25 hari tersisa setelah 4 tahun menjadi 1 hari, lalu setiap 4 tahun yang 1 hari itu diselipkan pada bulan kelima, sehingga 28 menjadi 29. Jadi tahun yang kelipatan 4, jumlah hari pada bulan kelima 29 hari. Adapun pembulatan dari 10,878 menjadi 11 hari seperti tersebut tadi, dikoreksi dengan setiap 100 tahun, walaupun dapat dibagi 4, bulan kelima tetap 28 hari.    

Penanggalan Romawi ini kemudian diubah sedikit oleh Julius Caesar,  yaitu dengan mengubah susunan dan nama bulan. Bulan keempat diubah posisinya menjadi bulan pertama, dan diubah namanya menjadi Januari. Bulan kelima menjadi bulan kedua dan diubah menjadi Februari, demikian seterusnya. Bulan September, yaitu bulan ketujuh (sept, sapta artinya 7) digeser menjadi bulan ke-8, karena sesudah bulan Juni disisipkan bulan dengan nama kaisar tersebut, bulan Juli. Yang kemudian setelah Agustus menjadi kaisar Romawi, bergeser pula bulan September itu menjadi bulan ke-9, karena sesudah bulan Juli disisipkan bulan Agustus. Demikianlah nasib bulan September bergeser dari bulan ke-7 menjadi bulan ke-9. Demikianlah seterusnya Oktober (okta = 8) menjadi bulan ke-10, November (nova, nawa = 9) menjadi bulan ke-11 dan Desember (dasa = 10) menjadi bulan ke-12. Penanggalan yang diubah oleh Yulius Casar ini disebut dengan penanggalan Julius (Julian Calendar).    

***    

Bangsa Arab di zaman pra-Islam memakai patokan tahun bukan berupa bilangan, melainkan topic of the year. Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut tahun gajah, karena yang menjadi topic of the year pada waktu itu adalah peristiwa hancurnya tentara bergajah Abrahah. Sistem ini berlaku juga di zaman Islam, hingga Khalifah Umar ibn Khattab mengubahnya dengan sistem bilangan. Ada tiga alternatif yang diusulkan pada waktu itu, yaitu kelahiran Nabi, Nuzulu lQuran dan Hijrah.  Pilihan jatuh pada peristiwa Hijrah, sehingga penanggalan ini disebut dengan Penanggalan Hijriyah.    

Penanggalan pra- Islam ini memakai cara lain untuk menaggulangi kelebihan yang 11 hari tersebut. Cara mereka ialah dengan mengumpulkan kelebihan itu setelah tiga tahun. Jadi dalam tiga tahun terkumpullah sekitar 33 hari. Ini dijadikan 1 bulan. Dengan demikian setiap tiga tahun, jumlah bulan dalam tahun tersebut sebanyak 13 bulan. Koreksi 1 bulan untuk 33 hari, masih harus dikoreksi lagi, yaitu setiap 19 tahun ada 7 bulan yang mempunyai 13 bulan. Dalam 19 tahun sistem qamariyah ada ( 19 x 354 ) = 6726 hari. Dalam 19 tahun sistem syamsiyah ada (19 x 365) = 6935 hari. Selisihnya ( 6935 – 6726 ) = 209 hari. Ini dibayar dengan ( 7 x 30 ) = 210 hari. Koreksi dengan cara ini sudah lumayan, hanya beda sehari dalam 19 tahun. Adapun tahun-tahun yang mempunyai 13 bulan ialah tahun ke-3, 6, 9, 12, 15, 18 dan 19. Daur yang 19 tahun itu disebut “Metonic cycle”.    

Karena dalam zaman pra-Islam itu tahun qamariyah senantiasa disesuaikan ke tahun syamsiyah, maka dalam zaman pra-Islam itu bulan ke-9 selalu berada dalam musim terik yang membakar, maka bulan ke-9 itu bernama Ramadhan, membakar. Sistem penanggalan pra-Islam ini masih berlaku di kalangan Ummat Islam, hingga turun S. Al Bara-ah, ayat 36: Inna ‘iddata sysyuhuri ‘inda Llahi itsna ‘asyara syahran, artinya: Sesungguhnya perhitungan bulan disisi Allah adalah 12 bulan. Sejak turunnya ayat itu penyisipan bulan setiap tiga tahun tidak dilaksanakan lagi dalam kalanagan ummat Islam. Dengan penggarisan ayat tersebut, maka dalam sistem penaggalan ini selamanya brurusan dengan bilangan bulat. Tidak perlu lagi mengoreksi 7 kali bulan ke-13 dalam setiap daur 19.    

Dan yang lebih penting ialah bulan Ramadhan maupun bulan Haji bergeser setiap tahun, sehingga tidak selamanya melaksanakan ibadah puasa maupun ibadah haji dalam musim yang tetap. Tidak terus-terusan musim panas dan tidak senantiasa dalam musim dingin melaksanakan ibadah puasa dan ibadah haji. Juga terjadi keadilan di belahan bumi sebelah utara Khatulistiwa dengan yang di selatan, tidak selamanya berpuasa pada hari yang panjang dan tidak pula selamanya berpuasa pada hari yang pendek.   Mengapa nama Ramadhan tetap dipertahankan walaupun sudah bergeser tidak lagi selamanya dalam musim terik yang membakar? Ini boleh jadi dengan alasan bahwa karena puasa wajib itu dalam bulan Ramadhan, maka orang dapat mengaitkannya pada sabda RasuluLlah SAW: Man qaama Ramadhaana I-maanan wahtisaaban ghufiralahu maa taqaddama min dzanbihi, barang- siapa menegakkan Ramadhan atas dasar iman dan introspkesi, maka diampuni dosanya apa yang telah lalu. Terkait dengan Hadits ini bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan dosa, bulan membakar dosa-dosa, bagi mereka yang menegakkan Ramadhan. WaLlahu a’lamu bishshawab.    

*** Makassar, 28 Juni 1992     [H.Muh.Nur Abdurrahman]

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER

Oktober 2017
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

RSS Buku Muslim

  • 為什麼喜歡線上賭博? 13 September 2017
    我常常在YOUTUBE裡觀看別人怎麼賭,技巧在哪,看久了真的會從裡面體會出精隨所在。 我就看別人賭。認識的賭徒還真是不少,什麼樣的賭法都有,但是大膽地說, 沒有一個可以長期贏錢,沒有一個方法可以長期(請注意是長期、長期)使用在某個一賠一的賭遊戲之中。 一賠一的遊戲都很難贏了,更別說是機會少於50%的高賠率賭戲了,有些遊戲是完全用虛擬幣,輸贏對真實沒影響,主要是抒發人類心理而已。 另一些是用真實貨幣去換成虛擬幣才能玩,贏了可以再把虛擬幣換回來成真實貨幣,這也是不錯的方式。 例如百家樂,吃角子老虎,21點,輪盤,撲克,牌九,骰寶,十三支,花旗骰等等,這些在手機上都能玩, 很重要的一點是要有時間觀念,我發現網上的高手和專家很少談及賭博的時間觀念。 有的只是不停的追求一些越來越高級的理論,數理化加五行八卦全都出來, 這 […]
    MuJiang
  • 牙齒的形狀與功用 13 September 2017
    人類的牙齒依生長時期可分為乳齒和恒齒兩種,一般人在出生後八個月左右會開始生長乳齒,當然快者也有人在四個月就長牙,慢者也有人在十七個月後才開始長,快慢因人而異,而通常二至三歲乳齒便可長齊,合計乳齒只有二十顆,由於孩童的上下顎尚未發達,體積尚小,所以乳齒的形狀皆不大。 隨著骨骼的發育成長,上下顎也會開始變大,此時光靠小顆的乳牙已難以咀嚼食物,因此,從上小學開始,乳齒便會開始脫落長出恒齒,大約到了十至十一歲左右,乳齒都會換為恒齒,恒齒比乳齒堅固,且不會再更換。 我們出生時沒有牙齒,約6至7個月左右開始長牙,約2歲半時長出所有乳齒。6歲至12歲期間,牙齒開始「大換班」,為什麼牙齒長出來後,要更換呢? 為什麼會有恆齒? 我們首次長出的牙齒叫乳齒,乳齒體積既小,亦不耐磨,共20顆。從6歲起乳齒一顆顆脫落,一般在12歲左右所 […]
    MuJiang
  • 線上賭博運作方式 18 Agustus 2017
      關於賭博的說明為有些線上賭博在國外是合法沒錯,在敏感的國家當中不定是合法的。避免有人接收到傳票,表示對方根本沒有做風險控管。 線上賭博網站都會有個特性: 1.大多都架設在國外。 2.沒有具體的營業地點。 3.現金交付都是由第三方團體。 舉例:假設有個A網站的使用的是點數,一點B網站賣1元,使用者要買點數才可以進A網站賭博而且A網站不直接換錢,換錢要找B網站換。 (簡單來說,就像是要夾娃娃就要先換代幣的意思) 而風險控管就是把線上賭博的機房設在國外,當要下注時就需要把錢匯到國外的銀行,贏了錢的話會再把這些賭金轉換成現金或點數。 而線上賭博並不是單純碰運氣而已,賭場老闆也不是單純碰機率。那麼又有什麼理由可以憑運氣打贏賭場呢,賭客相信的是運氣,賭場相信的是數學,而數學的風險可以打敗最有運氣的賭徒。 回到首頁。 T […]
    MuJiang
  • 使用VPN的優點 8 Agustus 2017
    相較於傳統的專線式網路連結,VPN架設的結構至少提供了下列的幾項特色: (1)  減低費用。VPN的架設在設備的使用量及廣域網路的頻寬使用上均較專線式的架構節省,所以能使企業網路的總成本降低。而在LAN-to-LAN的連結上,使用VPN將較專線式的架構成本節省2成至4成左右;而就遠端存取而言,VPN更能比直接撥接至企業內部的網路節省超過5成的成本。這麼看來VPN台灣能節省到很可觀的經濟效益。 (2) 網路的架構彈性較大。VPN較專線式的架構來的比較有彈性,當有必要將變更網路架構時,VPN可以輕易的達成;相對的,傳統的專線式架構就太大費周章了。 (3) 管理上的方便。比較少的網路設備及實體線路,使網路的管理較為輕鬆; 所以不論分公司或是遠端存取用戶再多,均只需要透過連線的路徑進入企業網路。 (4)網路安全。為了保 […]
    MuJiang

RSS Pilihan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Roll

Rekomendasi

http://www.islamhouse.com http://muslim.or.id http://www.al-islam.com/ind/

Chat Room

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: